Origami Bukan Berasal Dari Jepang!

Oleh : UAO - 08 May 2022 08:00 WIB

Kata “origami” memang berasal dari Bahasa Jepang, tapi seni melipat kertas sendiri ternyata bukan berasal dari Negara Matahari Terbit tersebut.

Ternyata Bangsa Cina lah yang konon pertama kali menemukan seni melipat kertas atau origami ini. Bukan hanya itu, menurut hasil penelitian, penemu kertas juga seorang pemuda Cina yang bernama Cai Lun pada era Dinasti Han. Pada Abad ke-6, baru para biara Buddha yang membawa kertas ke Jepang.

Dengan bukunya yang berjudul “The Art of Chinese Paper Folding”, Maying Soong membantu mempopulerkan origami ini di Abad 20. Di Cina, awalnya origami dibuat seperti potongan emas atau yuan bao, dan mulai dikenal orang pada jaman Dinasti Sung (905-1125 Sebelum Masehi). Bukan hanya yuanbao, origami di Cina juga dibuat dalam bentuk makanan, topi, dan perahu.

Menurut referensi yang ada, ada sebuah puisi karya Ihara Saikaku yang ditulis pada tahun 1680 yang mendeskripsikan segerombolan kupu-kupu kertas dalam sebuah mimpi. Origami kupu-kupu digunakan dalam perayaan pernikahan agama Shinto, melambangkan sepasang pengantin. Jadi, diperkirakan origami ini lahir di Jepang pada masa Heian, yaitu tahun 794-1185. Para samurai pada masa itu juga menggunakan noshi (semacam jimat) ketika hendak bertukar hadiah.

Di awal tahun 1990-an, Akira Yoshikawa, Kocho Uchiyama, dan beberapa seniman Jepang lainnya berinovasi dalam seni melipat kertas ini. Dari sana, lahirlah beberapa cabang origami yang jumlahnya sangat banyak dan terus bertambah.

Ada kirigami, yaitu seni melipat dan menggunting kertas. Biasanya, kirigami berbentuk simetris, seperti bunga salju, pentagram, atau bunga anggrek yang sedang berkembang. Lalu ada juga kusudama, atau seni melipat dan menjahit piramida yang terbuat dari kertas. Berbentuk bunga, kusama memang digunakan sebagai dekorasi atau hadiah.

Di masa sekarang, origami sudah semakin berkembang. Beberapa perancang busana bahkan sudah membuat gaun dan pakaian dari orgami ini, seperti yang dilakukan oleh Morana Kranjec dan Jule Waibel di atas.

Karya Jo Nakshima, seorang seniman Brazil berdarah Jepang juga nggak kalah menariknya. “Mainan” di atas terbuat dari 40 kubus kertas, dan karya tersebut terinspirasi sistem kinetik kubus yang diciptakan oleh Erik Åberg.

Tag

Artikel Terkait

Kuis Terkait

Video Terkait

Cari materi lainnya :