Dari Manakah Energi Matahari Dihasilkan ?

Oleh : UAO - 03 November 2021 14:00 WIB

Matahari merupakan salah satu bintang yang berada di tata surya dan pusatnya tata surya. Matahari termasuk bintang dikarenakan dapat menghasilkan suatu energi cahaya sendiri. 

Cahaya matahari dibandingkan dengan bintang yang lain terasa lebih cemerlang, tentunya karna di adalah bintang yang terdekat. Hal ini lah yang menyebabkan ada waktu siang hari kita tidak dapat melihat bintang selain matahari.

Energi matahari dihasilkan melalui reaksi nuklir yang terjadi di matahari pastinya. Reaksi ini disebut dengan reaksi fusi, yaitu penggabungan inti dari gas-gas hidrogen membentuk gas helium. Proses penggabungan ini akan menimbulkan hasil berupa energi yang terdiri dari energi panas, energi cahaya, dan energi gelombang yang sangat besar.

Reaksi ini terjadi di pusat atau inti matahari yang memiliki suhu 7 juta derajat celsius. Suhu seperti ini memang diperlukan agar reaksi fusi bisa terjadi. Diketahui, bahwa matahari adalah bola besar yang sebagian besarnya terdiri dari gas hidrogen, dengan persentase sekitar 92%, helium 7,8%, dan sisanya terdiri dari nitrogen, karbon, dan oksigen.

Bagaimana Matahari Menghasilkan Energi ?

Energi matahari dihasilkan di inti matahari tempat terjadinya reaksi fusi termonuklir. Reaksi ini akan menggabungkan dua inti atom hidrogen yang akan berubah menjadi helium. Setiap detiknya diperkirakan 600.000.000 ton hidrogen matahari yang berubah menjadi helium. Hidrogen sebanyak itu akan menghasilkan energi yang setara dengan 100 milyar bom hidrogen setiap detiknya.

Inti Matahari

Inti ialah suatu area terdalam dari Matahari yang mempunyai suhu sekitar 15 juta derajat Celcius. Yang berdasarkan perbandingan diameter, bagian inti ini berukuran seperempat jarak dari suatu pusat ke permukaan dan 1/64 total volume Matahari.

Kepadatannya ialah sekitar 150 g/cm3. Suhu dan tekanan yang sedemikian tingginya memungkinkan akan adanya pemecahan atom-atom menjadi elektron, proton, dan neutron.

Sementara itu, energi panas di dalam inti ini menyebabkan pergerakan elektron dan proton yang sangat cepat dan bertabrakan satu dengan yang lain yang menyebabkan reaksi fusi nuklir. Inti Matahari ialah tempat berlangsungnya suatu reaksi fusi nuklir helium menjadi hidrogen.

Energi hasil reaksi termonuklir di inti berupa sinar gamma dan neutrino memberi tenaga sangat besar yang sekaligus menghasilkan semua energi panas dan cahaya yang diterima di Bumi. Energi ini dibawa keluar dari Matahari melalui suatu radiasi.

Zona Radiatif

Zona radiatif merupakan suatu daerah yang menyelubungi suatu inti Matahari. Energi dari inti dalam bentuk dari radiasi berkumpul di daerah ini sebelum diteruskan ke bagian Matahari yang lebih luar.

Kepadatan zona radiatif ini adalah sekitar 20 g/cm3 dengan suhu dari bagian dalam ke luarnya antara 7 juta hingga 2 juta derajat Celcius. Suhu dan densitas zona radiatif ini masih cukup tinggi, namun tidak memungkinkan terjadinya suatu reaksi fusi nuklir.

Zona konvektif

Zona konvektif ialah suatu lapisan di mana suhu mulai menurun. Suhu zona konvektif ini ialah sekitar 2 juta0C. Energi dari inti Matahari ini membutuhkan waktu 170.000 tahun untuk mencapai suatu zona konvektif. Pada saat berada di zona konvektif, pergerakan atom akan terjadi secara konveksi di area sepanjang beberapa ratus kilometer yang tersusun oleh sel-sel gas raksasa yang terus bersirkulasi.

Fotosfer

Fotosfer atau permukaan Matahari ini meliputi suatu wilayah setebal 500 kilometer dengan suhu sekitar 5.500 derajat Celcius (10.000 derajat Fahrenheit). Sebagian besar suatu radiasi Matahari yang dilepaskan keluar yang berasal dari suatu fotosfer. Energi fotosfer diobservasi sebagai suatu sinar Matahari di Bumi, 8 menit setelah meninggalkan Matahari.

Kromosfer

Kromosfer ialah suatu lapisan gas di atas fotoser yang tebalnya sekitar l6.000 km. Oleh sebab itu, kromosfer juga sering disebut dengan lapisan atmosfer matahari. suhu kromosfer ini diperkirakan sekitar 4.000 oC. Makin ke atas. suhu kromosfer ini akan semakin tinggi.

Pada lapisan yang paling atas, suhu kromosfer ini diperkirakan mencapai 10.000 0C. Pada warna dari kromosfer ini biasanya tidak terlihat dikarenakan tertutup oleh cahaya yang begitu terang yang dihasilkan oleh fotosfer. Kromosfer ini hanya bisa dilihat pada saat terjadi gerhana matahari total. Pada saat itulah Kromosfer tampak seperti gelang atau cincin yang berwarna merah.

Korona

Korona ialah suatu lapisan terluar dari Matahari. Lapisan yang satu ini berwarna putih, namun hanya bisa dilihat saat terjadinya gerhana karena saat cahaya yang disinarkan tidak sekuat bagian Matahari yang lebih dalam. Pada saat gerhana total terjadi, korona ini terlihat membentuk mahkota cahaya berwarna putih di sekeliling Matahari.

Lapisan korona ini memiliki mempunyai suhu yang lebih tinggi dari pada bagian dalam Matahari dengan rata-rata 2 juta derajat Fahrenheit, namun di beberapa bagian dapat mencapai suhu 5 juta derajat Fahrenheit.

Bintik matahari

Bintik Matahari ialah suatu granula-granula cembung kecil yang ditemukan di bagian fotosfer Matahari dengan jumlahnya yang tak terhitung. Bintik Matahari ini tercipta saat garis medan magnet Matahari menembus suatu bagian fotosfer.

Ukuran bintik Matahari ini bisa lebih besar daripada Bumi. Bintik Matahari mempunyai daerah yang gelap yang bernama umbra, yang dikelilingi oleh suatu daerah yang lebih terang disebut penumbra.

Warna bintik Matahari ini terlihat lebih gelap dikarenakan suhunya yang jauh lebih rendah dari fotosfer. Suhu di daerah umbra ini ialah sekitar 2.200 °C sedangkan pada didaerah penumbra ialah sekitar 3.500 °C.

Prominensa ialah salah satu ciri khas Matahari, yang berupa bagian Matahari yang menyerupai lidah api yang sangat besar dan terang yang mencuat keluar dari bagian permukaan serta seringkali membentuk loop putaran.

Prominensa ini berisi materi dengan massa mencapai 100 miliar kg. Prominensa ini terjadi karena di lapisan fotosfer Matahari dan bergerak keluar menuju sebuah korona Matahari. Plasma prominensa ini bergerak di sepanjang medan magnet Matahari.

Pergerakan semburan korona tersebut terjadi pada kecepatan yang sangat tinggi, yaitu antara 20 ribu m/s hingga 3,2 juta km/s. Pergerakan ini juga yang menyebabkan peningkatan suhu hingga puluhan juta derajat dalam waktu singkat.

Tag

Artikel Terkait

Kuis Terkait

Video Terkait

Cari materi lainnya :