Mengenal Derajat Luka Bakar dan Perawatannya

Oleh : UAO - 30 May 2022 11:00 WIB

Luka bakar adalah kondisi rusaknya jaringan tubuh yang disebabkan oleh suhu panas, misalnya karena air, uap, atau minyak panas, bahan kimia keras, listrik, radiasi, atau gas yang mudah terbakar. Derajat luka bakar terdiri dari beberapa tingkat, mulai dari yang ringan hingga berat.

Ketika mengalami luka bakar, Anda perlu mengenali derajat luka bakar yang terjadi pada kulit. Jika kesulitan menentukan seberapa parah luka bakar yang dialami, Anda dapat berkonsultasi ke dokter.

Dokter dapat memeriksa kondisi Anda dan menentukan seberapa parah derajat luka bakar yang Anda alami, termasuk seberapa luas luka bakar tersebut di tubuh Anda. Tujuannya adalah agar dokter dapat menentukan pengobatan dan perawatan luka bakar yang tepat.

Baca juga: Candi Arjuna dan Candi Setyaki Dieng Diselimuti Embun Es

Mengenal Derajat Luka Bakar dan Gejalanya

Ada beberapa penampakan pada luka bakar yang umum terjadi, antara lain kulit kemerahan, melepuh, terkelupas, bengkak, dan bahkan terlihat hangus. Luka bakar tersebut juga terkadang disertai rasa nyeri atau sakit.

Derajat luka bakar dapat diklasifikasikan menjadi 3 tingkat, yakni tingkat 1, 2, dan 3. Setiap derajat luka bakar dinilai berdasarkan tingkat keparahan dan kerusakan yang diakibatkan pada kulit.

Berikut ini adalah derajat luka bakar berdasarkan tingkat keparahannya:

Derajat luka bakar tingkat 1 (superficial burn)

Tingkat luka bakar yang hanya memengaruhi epidermis atau lapisan kulit luar saja. Secara klinis, tandanya berupa kulit yang tampak merah, kering, dan terasa sakit. Contohnya, luka bakar yang disebabkan oleh sinar matahari. Luka bakar tingkat satu ini tidak terlalu mengkhawatirkan dan bisa sembuh dengan sendirinya.

Derajat luka bakar tingkat 2 (superficial partial-thickness burn)

Derajat luka bakar ini dapat dikatakan luka bakar tingkat sedang. Luka bakar tingkat 2 ini terjadi pada epidermis dan sebagian lapisan dermis kulit (lapisan kulit yang lebih dalam).

Ketika mengalami luka bakar tingkat 2, kulit Anda akan tampak merah, lecet, melepuh, bengkak, dan terasa sakit. Luka bakar tingkat dua ini bisa ditangani dengan beberapa metode pengobatan tanpa operasi atau bedah.

Derajat luka bakar tingkat 3 (full thickness burn)

Kerusakan jaringan mengenai seluruh lapisan epidermis dan dermis, atau lebih dalam lagi. Secara klinis, kulit yang terbakar akan tampak putih dan kasar, namun juga dapat terlihat hangus dan mati rasa. Operasi atau bedah menjadi pilihan utama untuk menangani luka bakar pada tingkat ini.

Penentuan tingkat keparahan luka bakar juga dapat digolongkan menjadi dua kelompok, yaitu:

  • Luka bakar minor yang terdiri dari luka bakar tingkat 1 di bagian tubuh mana saja, termasuk luka bakar tingkat dua yang lebarnya 5–7,5 cm.

  • Luka bakar mayor yang terdiri dari luka bakar tingkat 2 pada tangan, kaki, wajah, alat kelamin, dan bagian tubuh lainnya dengan lebar luka lebih dari 5–7,5 cm. Derajat luka bakar tingkat 3 juga termasuk kelompok luka bakar mayor.

Dibandingkan dengan luka bakar tingkat 1 dan 2, derajat luka bakar tingkat 3 lebih berisiko menimbulkan komplikasi berbahaya, seperti infeksi, dehidrasi berat, dan bahkan menyebabkan kematian.

Luka bakar yang parah juga dapat berisiko menyebabkan hipotermia dan hipovolemia atau berkurangnya jumlah cairan di dalam darah. Kondisi ini dapat menyebabkan syok.

Pengobatan dan Perawatan Berdasarkan Derajat Luka Bakar

Pengobatan luka bakar ditentukan berdasarkan jenis atau derajat luka bakar. Berikut ini adalah beberapa langkah penanganan luka bakar berdasarkan derajatnya:

Penggunaan obat-obatan

Luka bakar derajat ringan dan sedang dapat ditangani dengan salep luka bakar yang mengandung bahan alami, seperti lidah buaya atau daun binahong, salep antibiotik, dan obat penghilang rasa sakit, seperti paracetamol. Jika tidak kunjung membaik, luka bakar yang Anda alami tetap perlu diperiksa dan diobati oleh dokter.

Operasi

Penanganan derajat luka bakar tingkat 3 bisa berupa tindakan bedah dan pencangkokan kulit. Luka bakar yang parah dan merusak sebagian besar jaringan tubuh memerlukan perawatan di rumah sakit.

Selama dirawat di rumah sakit, pasien luka bakar akan mendapatkan terapi infus untuk menjaga asupan cairan tubuh dan tercegah dari dehidrasi, serta suntikan antibiotik melalui infus untuk mencegah infeksi.

Jika luka bakar mengenai bagian wajah pasien, dokter mungkin akan melakukan intubasi untuk membantu pasien bernapas melalui ventilator. Pasien dengan derajat luka bakar tingkat 3 juga mungkin memerlukan perawatan pascaoperasi, seperti fisioterapi, terapi okupasi, dan psikoterapi.

Agar derajat luka bakar yang dialami tidak semakin parah, pastikan Anda tidak mengobati luka bakar dengan obat rumahan, seperti es, pasta gigi, mentega, atau telur. Hindari pula menempelkan bola kapas atau tisu pada luka bakar karena serat kecil kapas bisa menempel pada luka dan meningkatkan risiko infeksi.

Tag

Artikel Terkait

Kuis Terkait

Video Terkait

Cari materi lainnya :