Klasifikasi Materi Berdasarkan Partikel - Partikel Penyusunnya

Oleh : Rizki Anugrah Ramadhan - 27 October 2020 09:34 WIB

 Berdasarkan Partikel - Partikel Penyusunnya materi dapat di klasifikasikan menjadi dua, yaitu zat tunggal (murni) dan campuran.

Zat murni dapat dibagi lagi menjadi unsur dan senyawa dan zat campuran dibagi lagi menjadi heterogen dan homogen.

A. Unsur

Unsur merupakan suatu zat tunggal yang tidak dapat dibagi lagi menjadi bagian yang jauh lebih sederhana dan akan tetap mempertahankan karakteristik asli yang dimiliki dari unsur tersebut.

Misalnya unsur pada sebongkah es apabila dibagi terus sampai bagian yang terkecil akan menjadi atom emas.

Unsur ada 3 macam yaitu

  1. Unsur logam contohnya besi, tembaga, emas, alumunium, perak, tembaga dan sebagainya.

  2. Unsur nonlogam contohnya belerang, hidrogen, oksigen dan sebagainya.

  3. Unsur semilogam contohnya germanium dan silikon.

 

Cara pemberian lambang unsur menurut Berzelius

Berikut cara pemberian lambing unsur menurut ilmuwan bermama Berzelius:

  1. Setiap unsur dapat dilambangkan oleh satu huruf, yaitu huruf awal dari nama latinnya.

  2. Huruf awal ditulis dengan huruf kapital (huruf besar).

  3. Unsur yang memiliki huruf awal sama, diberikan satu huruf kecil dari nama unsur tersebut.

Contoh Pemberian Nama Unsur

Karbon (Carbon), dimana dilambangkan dengan (C), Kalsium (Calsium) dilambangkan dengan (Ca).

 

 

B. Senyawa

Senyawa adalah gabungan antara 2 unsur atau lebih dari hasil reaksi kimia. Senyawa juga dapat diuraikan lagi menjadi unsur kimia yang lebih sederhana. Senyawa ada 2 jenis yaitu : senyawa alam dan senyawa buatan. Suatu senyawa masih dapat diuraikan lagi menjadi unsur-unsur lainnya. Dari penjelasan  tersebut, dapat disimpulkan bahwa senyawa merupakan zat tunggal/murni yang dapat diuraikan menjadi dua atau lebih zat yang jauh lebih sederhana dengan melalui proses kimia biasa.

Misalnya, air yang memiliki rumus H2 O dapat diuraikan menjadi unsur hidrogen (H) dan oksigen (O).

Bagaimana Senyawa dapat Terbentuk? 

Senyawa dapat terbentuk melalui proses pencampuran unsur secara kimia. Sifat suatu senyawa akan berbeda dengan sifat unsur- unsur dari penyusunnya. Misalnya, sifat air berbeda dengan sifat gas hidrogen dan oksigen sebagai unsur penyusunnya. Pada suhu kamar, air akan berwujud cair, sedangkan hidrogen dan oksigen, keduanya berwujud gas.

 

C. Campuran

Campuran adalah zat yang tersusun dari 2 atau lebih unsur dan senyawa, yang mana sifat dari unsur dan senyawa nya tidak hilang. Bedanya campuran dengan senyawa yaitu senyawa merupakan hasil dari reaksi kimia, sedangkan campuran bukan hasil dari reaksi kimia.

 

Campuran dapat dibedakan menjadi dua, yaitu campuran homogen dan campuran heterogen.

1. Campuran Homogen

Campuran homogen adalah suatu campuran yang tidak dapat lagi dibedakan antara zat- zat yang tercampur di dalamnya. Campuran homogen bisa dengan banyak kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Larutan terlihat homogen (serba sama). Maksudnya zat yang terlarut dan pelarut dalam larutan tersebut tidak dapat dibedakan antara satu sama lainnya.

Contoh dari larutan homogen adalah larutan gula, larutan garam, dan sirop.

2. Campuran Heterogen

Campuran heterogen adalah suatu jenis campuran dimana zat yang tidak dapat bercampur satu dengan lain secara sempurna sehingga dapat dikenali zat penyusunnya. Sehingga pada campuran heterogen, seluruh bagiannya tidak memiliki komposisi yang sama (tidak serba sama). 

Contoh campuran heterogen adalah air dengan kopi, bensin dengan minyak tanah, dan sebagainya.

Tag

Artikel Terkait

Kuis Terkait

Video Terkait

Cari materi lainnya :