Apa saja manfaat kencur untuk kesehatan?

Oleh : Rizki Anugrah Ramadhan - 14 October 2020 14:00 WIB

Kencur yang punya nama latin Kaempferia galanga L, ternyata masih satu keluarga dengan jahe atau Zingiberaceae. Jadi, jangan heran jika banyak orang sering keliru membedakan kencur dengan jahe maupun lengkuas karena bentuknya yang hampir mirip. Padahal nyatanya, kencur bisa membawa manfaat yang berbeda dari jahe untuk kesehatan tubuh. Baca terus untuk mengetahui beragam manfaat kencur untuk kesehatan tubuh, yuk!

Apa itu kencur?

Kencur adalah salah satu jenis bumbu dapur yang memiliki aroma khas yang segar dan menyeruak. Selain digunakan sebagai penambah cita rasa dalam masakan, manfaat kencur juga sudah lama dikenal sebagai obat alami.

Tanaman yang berasal dari Asia ini masuk ke dalam keluarga suku jahe-jahean (Zingiberaceae). Spesies Zingiberaceae tidak hanya berisikan tanaman kencur saja, tapi juga meliputi jahe, kunyit, serta lengkuas. Ya, dengan kata lain, kencur sebenarnya masih satu keluarga dekat dengan jahe, lengkus, maupun kunyit.

Itulah salah satu alasan mengapa bahan dasar masakan tersebut memiliki bentuk yang hampir serupa, hingga kadang sulit dibedakan. Tanaman kencur banyak tumbuh di wilayah beriklim tropis dan subtropis. Daerah penyebaran umumnya berada di Asia, antara lain di Indonesia, India, Bangladesh, Thailand, dan Malaysia.

Tanaman kencur biasanya tumbuh subur di daerah pegunungan atau dataran rendah.  Struktur tanah yang paling baik untuk menanam kencur yakni gembur alias tidak terlalu banyak mengandung air. 

Akan tetapi, kencur juga tak kalah subur ketika ditanam di dalam pot dengan kondisi tanah yang tidak terlalu basah. Meki yang selama ini sering Anda gunakan hanyalah bagian umbi kencur saja, nyatanya tanaman ini memiliki bentuk yang lengkap.

Sama seperti kebanyakan tumbuhan pada umumnya, tanaman kencur juga dilengkapi dengan daun dan bunga. Hanya saja, bentuk dan penampakannya tentu berbeda dengan bumbu dapur lainnya.

Apa saja kandungan dan senyawa kimia di dalam kencur?

Di samping rasanya yang khas dan bisa menambah kelezatan olahan masakan, manfaat kencur tidak hanya sampai di situ. Berbagai komposisi zat yang terkandung pada kencur, yakni:

  • Pati

  • Mineral

  • Sineol

  • Asam metil kanil dan penta dekaan

  • Asam sinamat

  • Etil ester

  • Borneol

  • Kamphene

  • Paraeumarin

  • Asam anisat

  • Alkaloid

  • Gom

Kandungan sineol, asam metil kanil, penta dekaan, asam sinamat, dan lain sebagainya tersebut masuk ke dalam minyak-minyak atsiri. Bukan hanya itu, senyawa kimia lainnya yang ada di dalam kencur yakni etil p-metoksisinamat, p-metoksistiren, karen, borneol, dan parafin.

Di antara kandungan kimia ini, etil p-metoksisinamat merupakan komponen utama dari kencur. Sementara untuk kandungan minyak atsiri, ada sekitar 2,4-2,9 persen kadar minyak atsiri yang menyusun senyawa kencur.

Apa bedanya kencur, jahe, dan kunyit?

Sumber: Bobo

Bagi Anda yang sudah paham benar dengan berbagai jenis bumbu dapur, tentu sudah tidak asing lagi dengan kencur. Namun, karena jenis bumbu dapur tidak hanya satu, kadang membuat orang kebingungan dalam membedakan beragam jenisnya.

Mungkin Anda termasuk salah satu yang kerap sukar membedakan antara kencur dengan berbagai bumbu dapur lainnya. Entah itu jahe atau kunyit, misalnya. Padahal, masing-masing bumbu dapur tersebut memiliki bentuk dan ciri khas tersendiri. Bahkan, manfaat kencur dan bahan masakan lainnya pun tidak sama.

Berikut berbagai perbedaan antara kencur, jahe, serta kunyit, yang sebaiknya Anda pahami:

1. Bentuk

Jika dilihat sekilas, kencur, jahe, dan kunyit terlihat mirip. Meskipun sama-sama termasuk golongan tanaman akar, kencur memiliki penampakan kulit yang khas, berwarna kecokelatan dengan bagian dalam berwarna kuning pucat.

Selain itu, kencur umumnya berbentuk agak bulat dan pendek. Sementara bentuk kunyit justru sebaliknya. Jika kencur memiliki bentuk yang cenderung bulat, kunyit berbentuk panjang dengan ukuran yang menyerupai ruas jari manusia. Warna bagian dalam kunyit pun sangat berbeda ketimbang bumbu dapur lainnya, yakni lebih ke oranye. 

Oleh karena memiliki kurkuminoid, kunyit akan menyisakan warna khas kekuningan setelah dipegang. Kurkuminoid adalah zat pemberi warna kuning yang biasanya terdapat pada kunyit dan temulawak.

Berbeda lagi dengan jahe, yang memang memiliki bentuk yang juga hampir menyerupai ruas jari manusia. Hanya saja, bentuk tanaman ini biasanya akan menggembung di tengah sehingga tidak tampak ramping seperti kunyit.

2. Daun

Tanaman kencur biasanya memiliki helai daun berjumlah 2-4 helai, atau tidak terlalu banyak. Bentuk daunnya bulat lebar dengan susanan antar daun yang saling berhadapan satu dan lainnya. Sedangkan daun dari tanaman kunyit berjumlah sekitar 3-8 helai, dengan panjang daun bisa mencapai kurang lebih 70 sentimeter (cm).

Tidak serupa dengan bentuk daun tanaman kencur, ukuran daun pada tanaman kunyit memanjang dengan bentuk lancip di bagian ujungnya. Untuk tanaman jahe, memilki bentuk daun yang menyirip dan terbilang agak pendek.

3. Bunga

Menariknya, ketiga bumbu dapur ini juga memiliki bunga sebagai pelengkap tanaman. Pada kencur, bunganya berwarna putih dan dilengkapi dengan 4 helai mahkota. Bunga tersebut disokong oleh tangkai yang tidak terlalu panjang.

Bentuk bunga tanaman kunyit tidak jauh berbeda dengan tanaman kencur. Namun, tanaman kunyit memiliki bunga berwarna agak keunguan dengan ukuran yang juga cukup kecil. Lain hanya dengan bunga tanaman jahe, yang berukuran cukup lebar dan agak besar. Warna bunga tanaman jahe umumnya merah, dengan gagang bunga yang bersisik.

4. Rasa

Aroma dan rasa merupakan salah satu perbedaan mencolok dari kencur, kunyit, dan jahe. Kencur memiliki aroma yang sangat kuat, bahkan bisa agak menyeruak. Rasa khas dari kencur sendiri terbilang unik, yaitu ada sensasi pahit, pedas, tapi terasa hangat saat masuk ke dalam tubuh. 

Sedangkan jahe memiliki rasa dominan yang pedas berkat kandungan senyawa zingeron di dalamnya. Itu sebabnya, jahe kerap dijadikan minuman penghangat tubuh yang enak dikonsumsi saat cuaca sedang dingin.

Di sisi lain, kunyit memang memiliki rasa yang tidak sekuat kencur atau pun jahe. Namun, kunyit memberikan rasa yang cukup manis dan tidak pedas saat dimakan. Maka itu, kebanyakan orang biasanya tidak terlalu menyadari telah memakan makanan dengan olahan kunyit di dalamnya.

Apa saja manfaat kencur untuk kesehatan?

Selain sebagai bumbu masakan, nyatanya kencur memiliki beragam manfaat yang baik untuk kesehatan, di antaranya:

1. Mengobati batuk

Ramuan tradisional kencur yang dicampuran dengan garam sudah lama dikenal sebagai obat tradisional batuk berdahak. Meminum ramuan ini digadang-gadang bisa membuat pernapasan lebih lega dan membantu meredakan batuk berdahak lebih cepat.

Selain bisa jadi obat batuk, ternyata bahan herbal ini sering dikonsumsi oleh para penyanyi sebelum mereka tampil untuk membantu menjaga kondisi pita suara sekaligus membuat tenggorokan terasa lebih lega, loh! Namun sayangnya belum ada penelitian yang membuktikan manfaat ini.

2. Menghilangkan stres

Sebuah penelitian yang dilakuan oleh para peneliti dari Departemen farmasi Universitas Jahangirnagar Bangladesh, berhasil menemukan manfaat kencur. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa ekstrak tanaman kencur baik rimpang/akar dan daunnya memiliki sifat antidepresan terhadap sistem saraf pusat yang bisa memberikan efek sedatif atau menenangkan.

Hasil penelitian tersebut turut menguatkan tentang manfaat kencur untuk kesehatan sebagai efek sedatif yang signifikan. Itu sebabnya, banyak orang memanfaatkan kencur sebagai obat yang digunakan untuk mengurangi efek stres, cemas, gelisah, dan depresi.

Meski demikian, penelitian ini masih membutuhkan riset lebih lanjut mengenai khasiat kencur untuk kesehatan tubuh manusia.

3. Mengobati diare

Masih dari hasil penelitian sebelumnya yang dimuat dalam International Journal of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences, menemukan hal menarik. Penelitian tersebut menyebutkan bahwa ekstrak kencur memiliki kandungan zat sitotoksik dan antibakteri dalam jumlah yang cukup banyak.

Atas dasar itulah, kencur dipercaya bisa menjadi salah pilihan pengobatan manjur untuk diare. Hal tersebut dibuktikan dengan penelitian yang dilakukan pada hewan coba yang dibagi menjadi 2 kelompok. Kedua kelompok tersebut telah diberikan minyak jarak dengan cara diminum (oral) guna menimbulkan diare.

Faktanya, hewan coba yang menerima ekstrak kencur menunjukkan tanda-tanda dan gejala diare khas yang lebih ringan, bahkan berangsur hilang. Sedangkan kelompok hewan coba lainnya yang tidak mendapatkan ekstrak kencur, mengalami gejala diare terus-menerus. Misalnya feses cenderung cair, sakit perut, dan frekuensi buang air besar sering.

4. Bahan dasar jamu

Di Indonesia, kencur merupakan bahan utama yang digunakan untuk membuat jamu, entah itu jamu tradisional maupun modern buatan pabrik. Minuman jamu ini sering disebut dengan beras kencur yang terbuat dari campuran beras, kencur, asam Jawa, serta gula merah.

Khasiat kencur yang diolah menjadi minuman jamu bermanfaat untuk meningkatkan nafsu makan, mengatasi masalah pencernaan, sakit perut, sesak nafas, pilek, dan juga sakit kepala.

Namun sayangnya lagi-lagi penelitian mengenai manfaat kencur masih minim.

5. Mencegah karies gigi

Sifat antimikroba yang ada di dalam kencur ternyata memiliki manfaat yang menakjubkan. Kandungan tersebut bisa membantu menghambat perkembangan bakteri Lactobacillus acidophilus di dalam tubuh.

Pasalnya, jika dibiarkan semakin banyak, bakteri tersebut bisa mengakibatkan munculnya kerusakan gigi, seperti karies gigi. Penyakit yang biasanya dialami oleh anak-anak ini akan membuat gigi rusak karena menimbulkan lubang, infeksi, dan sakit gigi.

Tag

Artikel Terkait

Kuis Terkait

Video Terkait

Cari materi lainnya :