Home » Kongkow » Kuliner » Apa Bedanya Sashimi dan Sushi?

Apa Bedanya Sashimi dan Sushi?

- Senin, 27 Desember 2021 | 11:00 WIB
Apa Bedanya Sashimi dan Sushi?

Ada pandangan jika berbicara "sushi" dan "sashimi", maka yang terbersit pertama adalah ikan mentah. Makanan khas Jepang ini memang identik dengan penggunaan bahan ikan mentah. Namun, apa bedanya sushi dan sashimi?

Sushi merujuk pada hidangan yang disajikan dengan nasi bercuka. Nasi sushi menggunakan beras sushi khas Jepang atau uruchimai yang kemudian dimasak menjadi nasi. Kemudian nasi dicampur cuka beras, garam, dan gula. Inilah "jiwa" dari sushi.

Baca juga: Kandungan dalam Menu Sushi Baik untuk Anak Muda

Ikan mentah merupakan salah satu komponen tradisional dari sushi. Namun seperti dikutip dari Huffingtonpost.com, kini sudah ada beragam tipe sushi menggunakan bahan laut yang matang maupun sushi tanpa bahan laut.

Penyajiannya beragam, mulai dari sushi model digulung sampai sushi ukuran besar. Biasanya sushi merupakan paduan nasi sushi, bahan laut, dan sayuran.

Tampilan paling umum, semua bahan ini digulung dengan nori atau rumput laut. Namun ada beragam jenis sushi.

Nigirizushi misalnya adalah sushi dengan nasi dibentuk seperti segitiga kemudian diberi olesan wasabi dan diberi potongan ikan di atasnya.


Sumber: Wikidata.org

Sementara itu, sashimi berarti potongan daging. Bahan yang dipakai lebih sering menggunakan bahan mentah yang sangat segar, bisa ikan maupun daging lainnya. Sashimi disajikan dengan wasabi, shoyu atau kecap asin khas Jepang, jahe, dan irisan lobak.


Sumber: wikipedia.org

Di Indonesia, sashimi paling terkenal adalah dari bahan ikan mentah seperti salmon dan tuna. Namun sebenarnya sashimi tidak harus ikan, ada bahan laut lain seperti gurita, cumi, hingga udang. Bahkan di Jepang, sashimi tidak harus bahan laut. Ada sashimi dari daging kuda. 

Ada tipe sashimi yang tak sepenuhnya menggunakan bahan mentah. Tataki merupakan daging yang setengah matang. Umumnya tataki diklasifikasikan termasuk dalam jenis sashimi.


Sumber: wikipedia.org

Cari Artikel Lainnya