999 +
0
253
0
Indonesia Harus Belajar dari 5 Lima Negara yang Berhasil Mengurangi Sampah
3 months 'ago'

Siapa yang ingin menjalani kehidupan yang lebih bersih? Beberapa negara ini telah memiliki kebijakan yang mendukungnya menuju masa depan yang lebih hijau.

1. Denmark
Pada tahun 2014, Denmark menjadi negara yang mencetak rekor dunia untuk negara yang menghasilkan energi dari angin. Sekira 40% dari konsumsi listrik negara ini didasarkan pada sumber energi terbarukan. Denmark mencanangkan untuk meningkatkan penggunaan konsumsi listrik dari renewable energi menjadi 50% pada tahun 2020.

Denmark juga unggul dalam hal pengelolahan limbah. Dengan teknik insinerasi, mereka mengubah lebih dari 15 juta ton sampah menjadi energi yang dapat digunakan untuk memanaskan rumah dan menghasilkan listrik untuk rumah-rumah. Diharapkan pada tahun 2022, sekira 50% dari sampah rumah tangga ini akan didaur ulang bukan sekedar diinsinerasi.”

2. Jerman
Agora Energiewende, Laboratorium riset yang berbasis di Berlin menyatakan bahwa sejak tahun 2014, sebanyak 26% listrik yang dihasilkan di Jerman bersumber dari energi bersih. Usaha menggunakan energi bersih ini telah dimulai sejak tahun 1990 dan telah berkembang delapan kali lebih hebat.

Pada tahun 2022, Jerman juga telah menetapkan untuk menghentikan penggunaan energi nulkir. Pada pertengahan tahun 2017 ini, negara tesebut berhasil meningkatkan menggunakan energi terbarukan dari 33% dari tahun 2016 menjadi 35%.

Berbicara menyoal limbah, di tahun 2015 dari total 50 juta ton sampah yang dihasilkan, 87% didaur ulang melalui pemisahan sampah rumah tangga dan industri.

3. Skotlandia
Tentang energi terbarukan, bisa dikatakan Skotlandia bukan negara yang mampu masuk perhitungan. Namun baru-baru ini Skotlandia mencatat sebuah pencapaian dalam energi terbarukan. Penggunaan energi angin menjadi listrik yang mencapai 118 % dari penggunaan listriknya. Di semester pertama 2017, negara ini mampu menghasilkan energi yang mencukup permintaan nasionalnya selama 6 hari, tenaga yang cukup untuk memasok kebutuhan listrik untuk tiga juta rumah.

Skotlandia menetapkan target di tahun 2030, seluruh jaringan listrik di negara ini akan menggunakan energi terbarukan. Limbah-limbah yang ada di Skotlandia juga dirubah menjadi energi bersih. Skotlandia memperkirakan energi dari limbah ini memiliki potensi untuk memenuhui 31% dari target energi terbarukan yang berasal dari panas dan 4,3% dari target energi terbarukan yang didasarkan pada undang-undang perubahan iklim Skotlandia.

4. Irlandia
Target Irlandia tidak terlalu muluk-muluk, di tahun 2020 diharapkan 16% dari energi yang digunakan berasal dari energi bersih. Di awal tahun 2017 ini, Irlandia mencetak rekor nasional untuk pembangkit listrik tenaga angin dan menghasilkan 2.683 MW. Jumlah ini setara utuk mengaliri listrik untuk lebih dari satu juta rumah. Irlandia berfokus
pada pengembangan energi angin dan terus berusaha mengoptimalkan penggunaan turbin-turbin angin dan mencoba membantu mengurangi biaya listrik bagi warganya.

5. India
India yang menjadi rumah bagi 1,3 miliar orang menargetkan untuk menggunakan energi terbarukan pada tahun 2022. Di tahun 2016 negara ini membangun pabrik surya terbesar di dunia dan terus melakukan peralihan untuk memenuhi target energinya. Sampai saat ini India menduduki negara ke-4 negara pengguna tenaga surya terbesar.

India juga meluncurkan pabrik pengolahan limbah padat ke pembangkit listrik terebsar. Inisiatif energi bersih ini bermaksud mengkonversi 2000 metrik ton limbah yang dihasilkan setiap hari menjadi energi sebesar 24 Megawatt.

Indonesia sendiri sebagai negara dengan sumber daya geothermal terbesar di dunia, juga memiliki target menyoal energi bersih. Pada tahun 2025, ditargetkan penggunaan energi terbarukan mencapai 23% dari total. Target ini terhitung ambisus, karena hingga tahun 2016, penggunaan energi terbarukan baru mencapai 7%.

Follow Us On :
Lencana
Kongkow