Home » Kongkow » Kesehatan » Bagaimana Fungsi dan Cara Kerja Sistem Imun Manusia?

Bagaimana Fungsi dan Cara Kerja Sistem Imun Manusia?

- Rabu, 07 Juli 2021 | 14:00 WIB
Bagaimana Fungsi dan Cara Kerja Sistem Imun Manusia?

Otakers, Setiap hari kita selalu diingatkan untuk rajin berolahraga, minum vitamin, dan istirahat yang cukup terutama saat musim pancaroba dan pandemi virus seperti sekarang. Tapi, tahukah kamu bagaimana cara kerja sistem imun dalam melawan virus?

Sistem imun adalah sekelompok sel, protein, jaringan, dan organ khusus yang bekerja sama melawan segala hal yang berbahaya bagi tubuh. Sistem ini terdiri dari banyak komponen, mulai dari sel hingga organ.

Sistem kekebalan tubuh yang sehat bekerja melawan zat-zat berbahaya di dalam tubuh agar kita tidak mudah terserang penyakit. Dalam beberapa kasus kronis seperti autoimun dan imunodefisiensi, sistem imun tubuh tidak berfungsi dengan baik, sehingga rentan sakit.

Sistem imun tubuh terdiri dari sel, jaringan, protein, dan organ. Beberapa komponen utama sistem imun: sel darah putih (leukosit), antibodi (Imunoglobulin atau Ig), sistem komplemen, sistem limfatik, timus, dan sumsum tulang belakang. Salah satu jenis sel yang paling penting dalam jaringan tersebut adalah sel darah putih (leukosit).

Leukosit dihasilkan atau disimpan pada berbagai tempat di tubuh. Di antaranya yaitu timus, limpa, dan sumsum tulang, di mana organ-organ ini dikenal sebagai organ limfoid. Kadang leukosit juga disimpan dalam gumpalan jaringan limfoid (kelenjar limpa) yang tersebar di seluruh tubuh.

Leukosit bergerak di seluruh tubuh melalui pembuluh limpatik dan pembuluh darah seperti berpatroli, memantau adanya kemungkinan penyerang yang berbahaya.

Ada dua tipe leukosit utama yang bekerja sama untuk mencari dan membunuh organisme atau zat penyebab penyakit, yaitu:

  • Limfosit adalah sel-sel yang membantu tubuh mengingat dan mengenali penyerbu sebelumnya. Limfosit juga membantu menghancurkan penyerbu tersebut. Ada dua macam limfosit, yaitu limfosit B dan limfosit T. Dihasilkan di sumsum tulang, limfosit akan menetap dan berkembang menjadi sel B, atau berpindah ke kelenjar timus dan berkembang menjadi sel T.

  • Fagosit adalah sel-sel yang memakan penyerbu. Ada berbagai macam sel yang tergolong sebagai fagosit. Setiap jenis fagosit memiliki tugasnya masing-masing. Sebagai contoh, tipe yang paling umum adalah neutrofil, yang bertugas melawan bakteri.

 

Fungsi Sistem Imun untuk Kesehatan:

  1. Melawan kuman (patogen) yang membawa penyakit seperti bakteri, virus, parasit atau jamur, dan mengeluarkannya dari tubuh kita.

  2. Mengenali dan menetralisir zat-zat berbahaya di lingkungan sekitar kita.

  3. Melawan penyakit yang dapat merubah tubuh kita secara keseluruhan seperti sel kanker.

  4. Memperbaiki jaringan tubuh yang rusak.

Bagaimana sistem imun bekerja?

Mikroorganisme dan zat-zat asing yang menyerang tubuh disebut sebagai antigen alias bibit penyakit. Saat antigen terdeteksi, serangkaian respon imun akan terjadi untuk melindungi tubuh dari terinfeksi.

Pada proses tersebut, beberapa macam sel bekerja sama untuk mengenali antigen dan memberikan respon. Sel-sel ini kemudian merangsang limfosit B untuk menghasilkan antibodi. Antibodi adalah protein yang didesain khusus untuk menempel pada antigen tertentu. Setelah itu, sel T mencari antigen yang telah ditumpangi dan menghancurkannya. Sel T juga membantu memberi sinyal pada sel-sel lain (seperti fagosit) untuk melakukan tugasnya.

Begitu dihasilkan, antibodi akan berada dalam tubuh seseorang selama beberapa waktu, sehingga apabila antigen atau bibit penyakit kembali, antibodi sudah tersedia untuk melakukan misinya.

Antibodi juga dapat menetralkan racun yang dihasilkan oleh organisme dan mengaktifkan sekelompok protein yang disebut komplemen. Komplemen adalah bagian dari sistem imun yang membantu membunuh bakteri, virus atau sel-sel yang terinfeksi.

Bersama, semua sel-sel khusus dan bagian sistem imun menghasilkan perlindungan bagi tubuh terhadap penyakit. Proteksi inilah yang disebut imunitas.

Sumber :
Cari Artikel Lainnya