999 +
0
76
0
Adakah Manfaat Air Hujan untuk Kesehatan?
2 months 'ago'

Air hujan menjadi sumber air minum utama di beberapa wilayah di muka bumi, terutama di negara-negara kering. Bahkan di negara tropis seperti Indonesia, sebagian daerah memanfaatkan air hujan. Hal ini karena tidak semua air tanah dan permukaan layak dijadikan air minum. Apakah air hujan aman diminum, dan apakah ada manfaat air hujan untuk kesehatan?

Salah satu contoh wilayah di Indonesia yang penduduknya memanfaatkan air hujan adalah Kalimantan Barat. Sumber air permukaan dan air tanah di sana sangat berlimpah, namun kualitasnya buruk sehingga tidak bisa dijadikan air minum. Air permukaan seperti sungai, danau dan penampungan air di Kalimantan Barat cenderung keruh dan mengandung zat besi terlalu tinggi. Masyarakat di sana kemudian memanfaatkan air hujan sebagai air minum.

Tak hanya di Kalimantan Barat, di beberapa wilayah Indonesia lain juga menggunakan air hujan sebagai air minum. Di dataran Australia dan Afrika, mereka mengandalkan air hujan karena tanahnya yang kering, sebagai air minum. Nah, apa manfaat air hujan untuk kesehatan? Mungking Geng Sehat ingin memanfaatkannya juga.

Memanfaatkan Air Hujan dengan Memanen

Sebenarnya, air hujan adalah bentuk air paling murni yang ada di bumi ini. Dibandingkan dengan pasokan air minum Kamu saat ini, kandungan mineral air hujan relatif rendah. Di sebagian besar wilayah, pasokan air untuk dikonsumsi maupun untuk kebutuhan sehari-hari berasal dari dua sumber utama, yaitu sumber air tanah (seperti sumur) dan air permukaan misalnya danau dan sungai.

Selain air tanah dan air permukaan, satu lagi sumber air yang berlimpah yaitu air hujan. Saat musim hujan tiba, air ditampung atau dipanen untuk berbagai keperluan. Istilahnya adalah memanen air hujan (rainwater harvesting). Teknik itu sudah diterapkan di negara-negara yang  agak gersang, seperti Brazil, Afrika, Australia.

Memanen air hujan menjadi istilah kegiatan menampung air hujan yang disimpan dan dimanfaatkan ketika kemarau tiba. Wilayah Indonesia yang sudah mempraktekkan memanen air hujan adalah Gunung Kidul.  Cara memanen air hujan adalah dengan mengalirkan air hujan yang jatuh ke atap. Air hujan ditampung melalui talang dan dialirkan melalui pipa ke tandon air. Sebelum masuk ke tandon, di dalam pipa ada beberapa proses penyaringan.

Pertama penyaringan dari kawat kasa untuk menyaring daun-daun yang ikut terbawa dari atap. Selanjutnya air memasuki tandon yang dilengkapi saringan debu atau pasir halus. Air pun siap didistribusikan.  Bagaimana jika tandon penuh karena curah hujan tinggi? Keleihan air hujan di dalam tandon akan masuk ke saluran pipa yang terhubung ke sumur resapan bawah tanah. Pipa ini dilengkapi katup buka/tutup untuk mengontrol aliran air agar bisa dibuang ke luar.

Manfaat Air Hujan untuk Kesehatan

Selama ini banyak yang beranggapan bahwa air hujan juga mengandung berbagai kontaminan, atau zat yang mencemari air. Misalnya dari partikel polusi udara.  Memang benar.  Hujan juga dapat membawa serta debu dan sejumlah bakteri bahkan sesekali serangga, sehingga penting sekali untuk menyaring dan mengolah air hujan sebelum dimanfaatkan, apalagi untuk diminum. Sebeleum sampai pada cara menyaring air hujan, Kamu perlu tahu manfaat air hujan untuk kesehatan. 

Mempelajari manfaat air hujan untuk kesehatan akan membuat pikiran kita terbuka dan menghilangkan pendapat negatif tentang air hujan. Ada banyak manfaat air hujan untuk kesehatan, berikut ini beberapa di antaranya:

1. Mengandung pH basa

Air hujan memiliki tingkat pH basa, yang memiliki efek detoksifikasi dan juga bisa meningkatkan kesehatan pencernaan. Racun dan radikal bebas yang kita konsumsi dan serap setiap hari dari makanan, akan membuat darah kita lebih asam. Air hujan, dengan pH basa, membantu menetralkan pH darah kita, sehingga membantu membuat fungsi tubuh kita lebih efisien.

2. Kandungan mineral rendah

Air hujan mengandung mineral yang lebih rendah dibandingkan air permukaan, air tanah, atau air laut. Pasokan air minum di banyak negara dunia sering dicampur dengan fluoride dan klorin dengan tujuan membunuh kuman di dalam air. 

Namun, terkadang terlalu banyak mineral yang ditambahkan ke air minum dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti sakit kepala, gastritis, dan kerusakan organ tubuh. Dengan air hujan, Kamu tidak akan memiliki masalah seperti ini.

3. Menyehatkan kulit dan rambut

Karena air hujan hampir tidak mengandung mineral, maka membuatnya sangat ringan sebagai air alami. Ini bagus untuk rambut dan kulit kita, karena kualitasnya yang lembut. Selain itu, pH basa air hujan juga membantu menjaga kelembaban alami kulit dan meningkatkan pertumbuhan rambut yang sehat.

Selain manfaat kesehatan air hujan tadi, ada manfaat lain yang tidak terkait dengan kesehatan. Karena gratis, Kamu bisa lho memanfaatkan air hujan untuk segala keperluan. Mencuci mobil, menyiram toilet, menyiram tanaman dengan air hujan sangat menguntungkan.

Selain itu, jika setiap rumah tangga memiliki tampungan air hujan dari atap rumah, maka akan menurunkan risiko banjir yang signifikan. Hal ini karena air yang mengalir dari atap dan langsung ke tanah berkontribusi besar terhadap banjir dan bahaya yang diakibatkannya.

Cara Memastikan Air Hujan Aman sebagai Air Minum

Apakah Kamu tertarik menggunakan air hujan sebagai sumber air di rumah tangga? Ingat ya, meskipun sebagian air hujan itu aman, Kamu harus menghindari meminum air hujan di wilayah-wilayah tertentu. Misalnya di lokasi yang dekat dengan situs radioaktif, seperti Chernobyl atau Fukushima. Demikian juga untuk air hujan yang jatuh di dekat pabrik kimia dan lingkungan pabrik, sangat tidak disarankan air hujan digunakan sebagai air minum.

Jika Kamu tinggal di daerah perkotaan, Kamu bisa menyaring air hujan sebelum menggunakannya untuk minum atau memasak. Dengan cara ini, semua zat kontaminan pada air hujan tidak akan masuk ke tubuh.  Tetapi tidak semudah itu menyaring air hujan dari zat kontaminannya. Ada teknologi tertentu yang bisa Kamu adposi. Menyaring air hujan bertujuan memisahkan bahan kimia, serbuk sari, debu, jamur, dan partikulat lainnya. 

Jika tidak memungkinkan untuk melakukan penyaringan, minimal air hujan didiamkan selama beberapa waktu sebelum digunakan sehingga partikel yang berat akan tenggelam ke dasar terlebih dahulu. Setelah diendapkan, air hujan belum bisa langsung diminum. Kamu harus merebusnya sampai mendidih sebelum meminumnya. Ini untuk memastikan bakteri dan mikroorganisme di dalamnya mati. 

Follow Us On :
Lencana
Kongkow