Home » Kongkow » Tips & Trik » Ubah 7 Kebiasaan Ini Untuk Memulai Gaya Hidup Bebas Plastik

Ubah 7 Kebiasaan Ini Untuk Memulai Gaya Hidup Bebas Plastik

- Rabu, 17 Juli 2019 | 10:42 WIB
Ubah 7 Kebiasaan Ini Untuk Memulai Gaya Hidup Bebas Plastik

 

Foto : istimewa

memulai gaya hidup bebas plastik sebenarnya mudah sekali dilakukan kapan pun dan dimana pun. Kamu bisa secara drastis mengurangi konsumsi plastik dengan mengubah beberapa kebiasaan kecil sehari-hari. Yuk simak, berikut langkah-langkah untuk memulai gaya hidup bebas plastik dan bersama kita dukung gerakan #plasticfreejuly.

1. Tolak alat makan dan sedotan plastik

Alat makan seperti sendok, garpu dan sedotan plastik sekali pakai, telah muncul sebagai ancaman serius bagi kehidupan laut dan sumber limbah konsumsi manusia yang sama sekali tidak perlu. Oleh karena itu, mulai dari sekarang cobalah membiasakan diri untuk selalu membawa alat makan dan sedotan pakai ulang yang terbuat dari stainless steel atau bambu. Dengan membiasakan diri untuk tidak menggunakan alat makan dan sedotan plastik, sarapan, makan siang, dan makan malam Anda kini lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Foto : istimewa

2. Membawa botol minum atau Tumbler

Membawa botol minum Anda sendiri adalah cara yang bagus untuk mengurangi (atau menghilangkan) pembelian botol air plastik sehari-hari. Untuk mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai, cobalah membiasakan diri untuk membawa botol minum atau Tumbler dari rumah. Jika Anda menyukai teh atau kopi, membawa botol minum lebih dari satu bisa jadi pilihan terbaik.

Foto : istimewa

3. Membawa tas sendiri saat berbelanja

Meskipun gratis untuk pembeli, kantong plastik (kresek) memiliki beban lingkungan yang tinggi dan merupakan jenis sampah sulit terurai yang masih sering kita temukan di lingkungan sekitar kita. Kamu dapat mengurangi konsumsi plastik (kresek) sekali pakai dengan membawa sendiri tas yang dapat digunakan ulang. Tapi jangan lupa, jika hendak berbelanja buah dan sayuran utamakan belanja di pasar lokal dan memilih produk segar tanpa bungkus plastik.

Foto : istimewa

4. Beli Isinya Bukan Kemasannya

Saat ini, kamu bisa menemukan beberapa toko dengan konsep Bulk Store. Dimana kamu bisa membeli barang kebutuhan sehari-hari dalam jumlah banyak tanpa kemasan/wadah plastik sekali pakai seperti umumnya. Beberapa pasar tradisional juga menyediakan pembelian sabun, deterjen, cairan pembersih dalam jumlah banyak dan tanpa kemasan plastiknya. Dengan membiasakan diri untuk menggunakan produk kemasan isi ulang, kamu berkontribusi dalam mengurangi konsumsi plastik sekali pakai yang berdampak buruk bagi lingkungan.

Foto : istimewa

5. Gunakan produk non-plastik sesering mungkin

Banyak sekali barang-barang non-plastik yang dapat Anda gunakan sehari-hari diantaranya seperti sikat dan sisir. Mulai dari sekarang, coba gantilah sikat gigi plastik Anda di rumah dengan sikat gigi bambu yang hanya membutuhkan waktu sekitar enam bulan untuk terurai kembali ke tanah. Selain itu, alih-alih membuang pisau cukur plastik ke tempat sampah setiap bulan, pertimbangkan untuk beralih ke mesin pisau cukur yang memungkinkan Anda untuk mengganti pisaunya saja.

Foto : istimewa

6. Kenakan pakaian yang terbuat dari bahan organik

Tahukah Anda bahwa pakaian yang mengandung serat sintesis adalah masalah polusi plastik yang sangat besar karena mereka merupakan kontributor utama penyebab polusi mikroplastik. Mulai dari sekarang pertimbangkanlah untuk membeli pakaian yang terbuat dari bahan alami yang ramah lingkungan. Untuk kebaikan lingkungan, pilihlah pakaian yang terbuat dari kain seperti katun 100%, linen, dan rami.

Foto : istimewa

7. Berhenti menggunakan pembersih wajah yang mengandung microbeads

Pernahkah Anda menggunakan pembersih wajah dengan scrubber kecil mungil seperti butiran pasir yang tertanam di krim? Kemungkinan besar, itu adalah microbeads plastik. Microbeadsplastik adalah potongan kecil plastik (biasanya polyethylene) dengan diameter kurang dari 5 mm. Banyak negara, termasuk Inggris, telah melarang penjualan kosmetik yang mengandung microbeads karena memiliki dampak yang buruk bagi lingkungan. Jika Anda tidak ingin microbeads plastik ini meracuni tempat persediaan air dan lautan, yuk mulai dari sekarang berhenti menggunakan pembersih wajah yang mengandung microbeads.

Cari Artikel Lainnya