0
73
0
8 Hal Mengerikan yang Akan Terjadi Jika Sistem Tata Surya Berubah
5 months 'ago'

Tata surya kita tercipta dengan semestinya. Tuhan sudah merancangnya dengan baik. Dan tata surya secara langsung mendukung kehidupan di Bumi dan membuatnya relatif aman untuk ditinggali. Namun ternyata, ada beberapa perubahan kecil tata surya yang ternyata bisa menghancurkan kehidupan di Bumi. Apa sajakah itu? 

1. Jika planet Jupiter tidak ada, kira-kira apa yang terjadi?

Jupiter bukan saja planet yang indah karena dikelilingi banyak bulan. Para astronom berteori bahwa planet terbesar ini ternyata melindungi Bumi dari batu-batu dan bola es yang melayang di angkasa. Jika Jupiter menghilang dari tata surya, entah itu disebabkan oleh efek alami atau dari suatu peristiwa dahsyat seperti tabrakan planet, secara langsung hal itu bisa mengancam kehidupan di Bumi.

Begini alasannya, anggap saja Jupiter itu penyedot debu di ruang angkasa. Medan gravitasinya yang besar menghisap berton-ton puing berbahaya yang datang dari sabuk komet yang mengelilingi tata surya kita, menjaganya agar tidak masuk ke sistem bagian terdalam. Jupiter adalah planet yang cukup besar untuk menjaga bagian dalam tata surya dari batu-batu angkasa besar, seperti Shoemaker-Levy 9.

Meskipun bumi kita sering kedatangan tamu seperti jatuhnya komet atau asteroid, ternyata Jupiter lah yang membelokkan atau menyerap banyak asteroid dan komet yang lebih besar, lho di angkasa.

Tanpa Jupiter, Bumi akan dibombardir oleh asteroid dan komet yang jauh lebih besar. Bahkan satu asteroid yang jatuh di Bumi saja sudah bisa mengganggu kehidupan. Bayangkan jika itu terjadi berulang-ulang. Apa nasibnya bumi kita?

2. Bagaimana jika bulan tidak ada?

Bagaimana jika Bulan ditabrak oleh planet lain yang sedang melakukan perjalanan melalui tata surya kita atau terkena nuklir selama perang ruang angkasa di masa depan? Semua potongan Bulan akan memasuki orbit. Dan serpihan-serpihan itu tidak saja tinggal di satu tempat, tapi akan menghantam Bumi. 

Penulis fiksi ilmiah Neal Stephenson mengeksplorasi gagasan itu dalam bukunya yang berjudul Seveneves. Dan bahkan seorang ilmuwan Berkeley melakukan simulasi untuk mencari tahu apa yang akan terjadi jika hal itu terjadi. Dia menyimpulkan bahwa serpihan-serpihan Bulan akan saling bertabrakan satu sama lain, saling menghancurkan hingga menjadi potongan-potongan yang lebih kecil dan lebih kecil lagi.

Hal itu adalah reaksi tak terkendali yang disebut sindrom Kessler, di mana serpihan-serpihan luar angkasa menghancurkan diri mereka menjadi seutas potongan awan mematikan yang mengelilingi bumi, seperti yang kita saksikan di film Gravity.

Bumi akan dihantam oleh puing-puing bulan yang hancur tadi, yang bisa mengakhiri semua kehidupan di bumi. Mungkin sedikit yang kita tahu kalau bulan yang kita tatap di atas sana merupakan bom waktu. 

3. Jika bumi berhenti berputar

Jika Bumi berhenti berputar, banyak kejadian buruk yang akan menimpa kita. Contoh sederhananya seperti kekacauan waktu dan hari. Bahkan sebelum itu terjadi, kita akan mati oleh serangkaian hal-hal mengerikan.

Kita mulai dengan lautan. Saat ini, lautan berada di tempatnya karena adanya gaya sentrifugal yang disebabkan oleh momentum sudut dan gravitasi planet kita. Tanpa perputaran, lautan akan bermigrasi ke tempat gravitasi yang menarik mereka, seperti kutub. Coba bayangkan jika lautan bergerak sendiri ke kutub, membanjiri semua daratan yang ada. 

Tentunya manusia juga tidak akan selamat dari kecepatan angin supersonik sebesar 1.000 mph yang akan mencabik-cabik kehidupan di Bumi ketika seluruh atmosfer terus berlangsung, udara juga akan mengendap di kutub daripada di khatulistiwa.

4. Jika terjadi badai matahari

Matahari memiliki badai seperti di Bumi. Ya, meskipun tidak persis seperti Bumi, sih. Badai matahari bukanlah terjangan awan dan hujan, melainkan letusan radiasi, plasma, dan partikel berkecepatan tinggi. Jika itu terjadi dengan cukup besar ternyata bisa memusnahkan kehidupan modern di Bumi.

Dalam dunia modern sekarang ini, kita sangat bergantung pada teknologi dan elektronik. Jika badai matahari disebabkan oleh massa koronal (sebagian besar lapisan plasma luar Matahari meledak dan bertabrakan dengan Bumi), jaringan listrik akan kelebihan beban dan akhirnya gagal berfungsi. Tidak ada lagi listrik. Badai juga akan berdampak pada sebagian besar satelit.

Pada tahun 1859 badai matahari besar pernah menghantam Bumi, membakar garis-garis telegraf yang akhirnya menciptakan aurora yang sangat kuat. Karena saat itu tidak semodern saat ini, jadi tidak butuh waktu lama untuk kembali pulih.

Namun, jika kejadian serupa terjadi hari ini, masalah besar sudah pasti akan kita hadapi, seperti hancurnya satelit yang mengganggu kehidupan sehari-hari. Coba bayangkan kehidupan modern tanpa satelit.

5. Jika bintang supernova terlalu dekat dengan Bumi

Tidak semua bintang menjadi supernova. Matahari kita, misalnya, tidak cukup besar untuk menjadi supernova. Tetapi banyak bintang lain di galaksi yang sangat besar dan cukup besar, yakni supernova yang cukup dekat dengan Bumi dan itu bisa menyebabkan masalah besar.

Bahaya terbesar supernova bukanlah ledakan, namun radiasi yang berasal dari supernova itu sendiri. Ketika bintang-bintang meledak, mereka mengeluarkan banyak sinar gamma, suatu bentuk radiasi yang sangat energik yang ditemukan pada ujung ekstrim dari spektrum elektromagnetik.

Jika ledakan besar sinar gamma menghantam Bumi, sinar itu akan menghilangkan lapisan ozon yang melindungi kita dari radiasi matahari. Jadi ledakan sinar gamma tidak akan membunuh kita secara instan, tetapi tanpa lapisan ozon kita akan terbakar oleh radiasi dari Matahari, menyebabkan kepunahan massal di seluruh planet ini.

Haruskah kita khawatir tentang supernova? Seharusnya iya. Karena bintang terdekat yang diketahui bisa meledak dengan energi yang cukup besar itu berjarak 150 tahun cahaya. Namun, supernova tipe 1 yang terjadi ketika bintang white dwarf meledak bisa menyelinap ke arah kita karena white dwarf sulit dideteksi. Mungkin ada beberapa supernova yang sangat dekat dengan tata surya kita namun belum diidentifikasi.

6. Jika matahari 4 miliar lebih tua dari bumi

Matahari tidak akan bertahan selamanya. Jika ia empat miliar tahun lebih tua dari bumi, tentunya nasib bumi akan terancam. Saat ini Matahari berada dalam urutan utamanya, membakar bahan bakar hidrogen dan menjaga kehidupan di bumi agar tetap stabil.

Dalam empat miliar tahun, Matahari akan memulai spiral kematiannya, berubah menjadi bintang masif saat ia membakar unsur-unsur yang lebih berat, menjaga sebagian energi. Ketika ini terjadi, Matahari akan mengembang ke ukuran raksasa. Merkurius dan Venus pasti akan ditelan, dan Bumi pun akan mengalami hal yang sama.

Bahkan jika Matahari tidak menelan Bumi, matahari raksasa pasti akan membuat kehidupan di Bumi menjadi hal yang mustahil. Planet kita akan terpanggang dengan memiliki permukaan matahari yang jauh lebih dekat dengan Bumi. 

7. Jika planet asing mendekati Bumi, apa yang akan terjadi?

Di angkasa, ternyata ada lho planet-planet yang tidak terikat pada bintang. Bahkan, kemungkinan jumlahnya lebih banyak daripada planet yang mengorbit seperti Bumi. Planet-planet ini hanya berkeliaran di sekitar galaksi.

Jika planet asing itu mendekati Bumi, mereka akan mengganggu orbit Bumi, mengirim Bumi ke orbit yang lebih elips. Akibatnya, akan merusak musim, seperti musim panas akan sangat panas dan musim dingin akan menjadi sangat lama dan mematikan. Hal itu juga akan mengacaukan tanaman. 

8. Jika Bumi memiliki Bulan yang lain

Kamu pasti sudah tahu kan kalau Bumi hanya punya satu bulan saja. Ternyata alasannya cukup baik, lho. Karena jika ada bulan lain, sudah dipastikan Bumi kita akan hancur. Lho, kok bisa ya? 

Kehadiran bulan lain akan mengacaukan kehidupan di Bumi. Pasang surut tidak lagi berjalan dengan biasanya, yang mengakibatkan pesisir di kota-kota akan lumpuh total. Langit di malam hari akan berubah menjadi lebih cerah, dan sistem kalender kita akan kacau.

Efek gravitasi di Bumi saat bulan lain mengorbit akan menghapus sebagian besar kehidupan di Bumi. Yakni menciptakan tsunami raksasa, pergolakan tektonik, dan gunung berapi akan meletus.

Itu dia delapan kejadian yang bisa membahayakan bumi kita. Semoga itu tidak terjadi, ya.

Follow Us On :
Lencana
Kongkow