Home » Kongkow » kongkow » Mengenal Bioenegri, Kelebihan dan Kekurangan Bioenergi Dari Sampah

Mengenal Bioenegri, Kelebihan dan Kekurangan Bioenergi Dari Sampah

- Selasa, 16 April 2019 | 19:52 WIB
 Mengenal Bioenegri, Kelebihan dan Kekurangan Bioenergi Dari Sampah

 

Bioenergi adalah energi terbarukan yang didapatkan dari sumber biologis. Kelebihan dari bioenergi ini adalah sumber daya yang banyak tersedia, dapat menurunkan efek rumah kaca, ramah lingkungan, terjaminnya kontinuitas bahan bakar, dan cukup sederhana.

Dalam usaha mengatasi masalah sampah dengan cara yang lebih ramah lingkungan dan memberikan manfaat, beberapa Negara telah memulainya dengan cara mengubah sampah organik menjadi energi atau yang dikenal dengan nama Biogas.

Negara yang Mengembangkan Energi dari Sampah

Setiap tahunnya, Amerika Serikat diperkirakan menghasilkan sekitar 250 juta ton sampah sehingga dikenal sebagai penyumbang sampah terbesar di dunia. Sekitar 136 juta ton sampah dikubur, 89 juta ton didaur ulang, dan 33 juta ton dibakar. Namun, perlu disadari pula bahwa proses  pembuangan sampah tersebut juga turut berdampak pada lingkungan serta masyarakat sekitar.

Beberapa Negara di dunia sudah beralih dengan menggunakan bioenergi dengan bahan baku sampah sepenuhnya. Salah satunya Swedia yang setiap tahunnya telah berhasil memanfaatkan 700.000 ton sampah yang dihasilkan untuk digunakan sebagai pembangkit listrik.

Sementara di Norwegia, sedang dilakukan eksperimen dengan mengganti bahan bakar sistem transportasi mereka dengan menggunakan biogas. Berdasarkan Pusat Energi setempat, satu kilo sampah dari makanan dapat menghasilkan setengah liter bahan bakar. Di Oslo ( ibu kota Norwegia ), saat ini sudah sekitar 135 bus yang memanfaatkan sampak organik sebagai bahan bakar.

Efek Residual

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, apakah proses mengubah sampah menjadi bioenergi tsb juga sudah memenuhi standar ramah lingkungan ?

Ketika sampah tersebut dibakar untuk menghasilkan panas dan energi, dalam proses tersebut dihasilkan asap dalam jumlah banyak yang hampir semuanya menghasilkan karbon dioksida sehingga belum tepat bila dikatakan ramah lingkungan sepenuhnya.Di samping itu, pembangkit energi dari sampah juga membutuhkan pasokan air yang cukup dalam produksinya sehingga tidak sedikit menyerap sumber air lokal.

Dalam sebuah pembangkit bioenergi sampah, setidaknya dibutuhkan sekitar 20.000 hingga 50.000 galon air per megawatt / jam. Air ini kemudian mengalir kembali ke sumber asalnya, yaitu lingkungan sekitar dengan temperatur yang lebih tinggi yang dikawhatirkan akan mengganggu ekosistem setempat.

Tetap Harus Dikelola dengan Baik

Dan, dari uraian yang disampaikan tersebut dapat disimpulkan bahwa bioenergi turut berkontribusi dalam upaya mengurangi volume sampah yang ada di dunia. Namun juga masih ada efek residual yang perlu diperhatikan dalam pengelolaannya agar supaya lingkungan tetap terjaga.

Cari Artikel Lainnya