0
96
0
5 Hal Ini Bikin Tulisanmu Tidak Berkualitas, Hindari Ya!
6 months 'ago'

Saat ini, semakin banyak orang yang berminat untuk menjadi penulis. Kemajuan teknologi membuat setiap orang yang gemar merangkai kata-kata menjadi sebuah tulisan kini tidak perlu bingung lagi kemana harus menyalurkan minat dan bakatnya. Salah satu yang paling populer adalah mengirimkan artikel buatan kita ke media daring, misalnya IDN Times.

Alasannya adalah karena selain bisa menyalurkan hobi, mengirimkan tulisan ke media daring juga berpotensi memberi kita penghasilan yang lumayan. Namun tentu tulisan yang kita kirimkan harus memenuhi kriteria tertentu supaya dianggap layak oleh tim editor untuk kemudian diterbitkan di portal mereka.

Standar tulisan yang ditetapkan setiap media daring bisa jadi berbeda-beda. Tapi secara umum, artikel yang kita kirimkan tentu hanya akan diterima jika dianggap berkualitas. Nah, jika kamu tertarik untuk menjadi kontributor di media daring, pastikan kamu menghindari lima hal yang bisa membuat tulisanmu dianggap tidak berkualitas berikut ini.

1. Plagiat

Bisa dibilang, ini adalah peraturan terpenting dalam menulis: dilarang melakukan plagiat alias menjiplak tulisan orang lain. Sebuah tulisan bisa disebut plagiat jika seluruh atau sebagian isinya diambil dari tulisan orang lain tanpa menyebutkan sumbernya. Tulisan plagiat bukan saja pasti ditolak editor, tapi juga termasuk pelanggaran hukum lho.

Jika kamu membaca sebuah artikel yang membahas topik tertentu lalu terinspirasi untuk menulis tentang topik yang sama, apakah itu termasuk plagiat? Tidak, selama yang kamu ambil hanya ide pokoknya saja sedangkan isinya asli buatanmu sendiri. Dan upayakan untuk menuliskannya dengan gaya dan sudut pandang berbeda agar tidak terkesan menjiplak.

Sementara jika kamu membuat artikel berita, kamu tentu perlu menyadur dari artikel berita yang terpercaya. Itu pun boleh dilakukan dan tidak termasuk plagiat, asalkan kamu menyebutkan sumbernya. Jika ada kutipan kata-kata seseorang di berita tersebut, kamu juga boleh menyalinnya ke artikelmu, tapi isi beritanya harus kamu tulis dengan kata-kata sendiri ya.

2. Tidak bermanfaat

Artikel yang berkualitas adalah artikel yang bisa memberi manfaat kepada pembaca. Jadi sewaktu memilih topik artikel yang akan kamu tulis, coba pikirkan apa manfaat yang bisa dirasakan oleh orang yang membacanya. Apakah pembaca akan memperoleh informasi terkini? Mendapat pengetahuan baru? Terhibur? Mendapat inspirasi? Atau manfaat lain?

Jika suatu topik rasanya tidak akan membawa manfaat apa-apa kepada pembaca, jangan membahasnya. Apalagi jika topik tersebut malah bisa berdampak buruk. Tentu tujuanmu menulis artikel adalah memberi manfaat bagi orang lain bukan? Maka, carilah topik yang bisa memenuhi tujuan tersebut.

3. Klise

Selain topik yang tidak bermanfaat, kamu juga perlu menghindari topik yang tergolong klise alias sudah sering dibahas atau sudah diketahui banyak orang. Tulisan bertopik klise biasanya tidak akan diterbitkan oleh editor karena kemungkinan besar orang-orang tidak akan tertarik untuk membacanya. Maka, carilah pokok bahasan yang unik dan tidak biasa.

Salah satu cara gampang melakukannya adalah dengan membahas topik yang bertentangan dengan sebuah gagasan umum. Misalnya: kebanyakan orang menganggap bergosip itu adalah kebiasaan buruk. Nah, coba buat artikel yang membahas hal sebaliknya: manfaat dari bergosip. Topik unik semacam itu biasanya akan lebih mudah diloloskan editor karena menarik minat orang untuk membacanya.

4. Membosankan

Meskipun unik dan bermanfaat, sebuah tulisan tetap tidak akan asyik dibaca jika ditulis dengan gaya yang membosankan. Tulisanmu bisa membuat pembaca cepat jenuh jika kalimat-kalimat di dalamnya selalu menggunakan struktur yang sama, atau jika kamu sering mengulang kata-kata yang sama.

Untuk menghindarinya, coba variasikan kalimat yang kamu gunakan. Selain pernyataan, kamu bisa menggunakan kalimat tanya, kalimat seruan, kalimat langsung, dan sebagainya. Menggunakan berbagai jenis majas juga bisa membuat tulisanmu makin menarik. Dan, perkaya kosakatamu agar kamu tidak perlu mengulang kata-kata yang sama, tapi bisa menggantinya dengan sinonimnya.

5. Tidak akurat

Setelah menghindari empat hal di atas, pastikan juga bahwa tulisanmu akurat. Artinya, semua informasi yang terdapat dalam tulisanmu harus valid. Maka jika kamu mencantumkan sejumlah data dalam tulisanmu, pastikan data tersebut tepat dan berasal dari sumber yang bisa dipercaya. Bahkan jika kamu menuliskan opini, opinimu itu pun harus logis dan tidak mengada-ada.

Tulisan yang akurat juga harus minim kesalahan. Memang, satu atau dua typo mungkin masih bisa ditoleransi. Tapi sebisa mungkin usahakan untuk tidak membuat kekeliruan sama sekali, supaya pembaca bisa fokus pada isi tulisanmu, bukan pada kesalahan yang kamu buat. Maka setelah menulis, biasakan untuk selalu mengoreksi kembali tulisanmu demi menghindari kesalahan.

Membuat tulisan yang berkualitas memang butuh waktu dan upaya. Tapi pengorbanan tersebut tidak akan sia-sia, karena selain mendapat imbalan uang, kamu juga akan merasakan kebahagiaan karena bisa memberikan manfaat pada orang yang membaca tulisanmu. Jadi gimana, sudah siap mengirimkan tulisan buatanmu?

Follow Us On :
Ranking
1
Arifah
515
2
Lencana
Kongkow