0
76
0
Sering Diabaikan, Ini 5 Etika Penting Saat Berbicara dengan Orang Lain
1 month 'ago'

Sebagai makhluk sosial, kita perlu senantiasa berkomunikasi dengan orang lain. Entah secara langsung maupun menggunakan alat, komunikasi adalah bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Nah, karena sudah terbiasa, terkadang kita jadi tidak terlalu memikirkan soal etika saat berbicara dengan orang lain.

Padahal, etika adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan sosial. Dengan mengetahui dan menerapkan etika, kita akan terhindar dari perilaku buruk yang tidak berterima di lingkungan masyarakat sekitar kita. Sehingga kita akan dikenal sebagai orang yang sopan dan beradab serta disenangi banyak orang.

Maka, tentu kita perlu belajar soal etika dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam hal berkomunikasi. Orang-orang di sekitar kita mungkin banyak yang mengabaikannya, namun itu bukan alasan untuk melakukan hal yang sama.

Maka apa saja etika yang perlu kita perhatikan ketika berbicara dengan orang lain? Berikut 5 di antaranya.

1. Fokus kepada lawan bicara

Saat berbicara dengan orang lain, arahkan fokus sepenuhnya kepada orang tersebut. Tatap matanya dan dengarkan baik-baik kata-katanya. Tentu hal itu tidak berlaku kalau kamu sedang mengerjakan hal yang menuntut konsentrasi penuh, misalnya menyetir. Tapi secara umum, berbicara dengan orang lain tanpa benar-benar fokus kepadanya adalah tindakan yang tidak sopan.

Bagaimana jika saat berbicara dengan orang lain, gadgetmu berbunyi karena ada chat atau telepon masuk? Bisa jadi isi chat atau telepon itu penting, jadi sebaiknya memang kamu memeriksanya. Tapi jangan lupa meminta maaf lebih dulu kepada orang tersebut sebelum mengecek gadgetmu. Jika ternyata tidak urgent, simpan gadgetmu dan fokus kembali kepada pembicaraan kalian.

2. Jaga sikap tubuh tetap sopan

Selain kata-kata, sikap tubuh saat berbicara dengan orang lain juga harus dijaga tetap sopan. Misalnya, jangan berbicara sambil melipat tangan di depan dada, memasukkan tangan ke dalam saku celana, atau bertolak pinggang. Melakukan itu bisa memberi kesan bahwa kamu sombong, kasar, atau tidak benar-benar peduli pada omongan orang tersebut.

Posisi tubuh juga patut kita perhatikan. Jika orang lain berbicara kepadamu sambil berdiri, kamu juga harus berdiri, kecuali orang tersebut adalah bawahanmu. Sementara ketika berbicara dengan anak kecil, sebaiknya tundukkan tubuhmu atau berlutut supaya anak itu tidak perlu mendongak terlalu tinggi untuk melihatmu. Ya, bahkan kepada anak kecil pun kita perlu menjaga etika lho.

3. Jangan terlalu mendominasi percakapan

Berkomunikasi dengan orang lain mencakup dua hal: berbicara dan mendengarkan. Kamu perlu seimbang dalam kedua hal tersebut. Jangan mendominasi obrolan dengan terlalu banyak berbicara, apalagi kalau saking bawelnya kamu sampai memotong kata-kata lawan bicara. Hal itu sangat tidak sopan dan berpotensi menimbulkan salah paham di pihakmu.

Lagipula, terlalu mendominasi pembicaraan sebenarnya merugikan dirimu sendiri. Ketika mengobrol, kamu bisa bertukar pikiran dan bahkan menimba ilmu dari lawan bicara. Tapi jika kamu terus yang bicara, manfaat apa yang kamu dapat dari obrolan itu? Beri orang lain kesempatan bicara dan bisa jadi kamu akan mendapat pengetahuan atau sudut pandang baru dari kata-katanya.

4. Hindari kata-kata sulit yang mungkin tidak dimengerti lawan bicara

Kamu punya wawasan yang luas dan tahu arti dari banyak kata-kata sulit? Itu bagus, tapi tidak perlu pamer bukan? Ketika berbicara dengan orang lain, jangan gunakan kata-kata sulit yang kemungkinan besar tidak dimengerti oleh lawan bicaramu, karena ia bisa jadi minder jika kamu melakukan itu. Lagipula, itu tidak akan membuatmu terlihat keren, tapi malah terlihat menyebalkan.

Ingat, orang yang cerdas bukanlah orang yang mampu menggunakan kata-kata sulit ketika berbicara dengan orang lain. Orang yang benar-benar cerdas adalah orang yang mampu menyampaikan gagasan sulit dengan kata-kata sederhana sehingga bisa dimengerti oleh semua orang. Jadilah rendah hati dan orang-orang pasti akan menyukaimu.

5. Saat berbicara dalam grup, gunakan bahasa yang dimengerti semua orang

Bayangkan situasi ini: kamu dan sahabatmu berasal dari daerah yang sama. Ketika kalian sedang mengobrol dalam bahasa daerah kalian, temanmu yang lain ikut menimbrung, tapi kebetulan temanmu itu berasal dari suku yang berbeda sehingga dia sama sekali tidak paham bahasa daerah kalian. Bahasa apa yang akan kamu dan sahabatmu gunakan?

Tentu, pilihan yang bijaksana adalah menggunakan bahasa Indonesia, sehingga temanmu itu pun bisa mengerti percakapan kalian. Hindari bahasa yang tidak dipahami olehnya karena itu bisa menimbulkan kesan bahwa kalian tidak mau dia bergabung dalam obrolan. Tapi jika pembicaraan kalian memang bersifat pribadi, kamu perlu memberitahunya supaya dia tidak salah paham.

Mematuhi etika memang menuntut banyak penyesuaian, terutama jika selama ini kamu tidak terbiasa melakukannya. Tapi jika kamu mau membiasakan diri, kamu sendiri akan mendapat manfaatnya berupa respek dan hormat dari orang lain.

Follow Us On :
Lencana
Kongkow