999 +
0
25
0
7 Tips Membuat Makalah Dengan Mudah Tanpa Perlu Stress
2 weeks 'ago'

Terkadang tugas membuat makalah merupakan sesuatu yang membuat pelajar stres berat. Apalagi jika kamu bukanlah tipe orang yang suka membaca dan menulis. Rasanya ingin sekali melakukan copas alias copy + paste dari referensi tanpa perlu melakukan parafrase dan menambahkan keterangan. Tapi, hal tersebut sangat dilarang dalam penulisan makalah. Yang ada, nanti kamu malah kena masalah copyright dan tugas kamu tidak di-acc oleh guru atau dosen. Kamu tidak mau, kan, sudah capek-capek nulis makalah, tapi malah tidak diterima? Jadi, menurut Bacaterus, lebih baik kalau kamu capek sekalian daripada dua kali kerja.

Tidak perlu khawatir, karena sekarang kita akan membagikan tips membuat makalah dengan zero stress. Tips ini berdasarkan pengalaman pribadi author, jadi bisa saja cocok dengan gaya menulis kamu, tapi bisa juga tidak cocok.

Yuk, disimak! Tips Membuat Makalah Dengan Mudah

1. Cari Tahu Apa yang Pengajar Kamu Inginkan * sumber: addfyahandstir.wordpress.com Tahukah kamu, kalau setiap guru atau dosen punya standar yang berbeda? Walaupun mengacu pada kurikulum atau silabus yang sama, tetap saja, setiap pengajar punya style masing-masing dalam mengajar, memberi tugas, hingga menilai tugas. Jadi, hal pertama dalam tips membuat makalah adalah dengan memerhatikan pengajar kamu. Bagaimana cara pengajar kamu mengajar, jenis-jenis tugas yang sering diberikannya, dan caranya menilai tugas tersebut. Biasanya pada masa awal pelajaran atau perkuliahan di mulai, setiap guru akan memberi tahu style mereka dalam mengajar. Misalnya, ada guru yang lebih menyukai makalah yang jelas dan padat. Namun, ada juga yang mementingkan kuantitas dengan menugaskan kamu membuat makalah minimal 1000 kata. Setelah mengetahui keinginan guru kamu, baru deh, kamu siapkan bahan-bahan untuk membuat makalah.

2. Kumpulkan Data * sumber: blog.socialcops.com Setelah mengetahui style guru atau dosen kamu seperti apa, sekarang saatnya mengumpulkan bahan yang mau dijadikan makalah. Cara mengumpulkan data ada bermacam-macam. Kamu bisa melakukan observasi langsung ke lapangan, mewawancara narasumber (bisa langsung kepada ahlinya atau warga sekitar), membuat kuisioner, diskusi bersama teman, hingga mencari sumber dari buku atau artikel terpercaya.

3. Jangan Mulai Dengan Introduction Di mana-mana urutan makalah pasti Judul – Abstrak – Metode Penelitian – Pendahuluan – Isi – Kesimpulan. Tapi, kamu jangan mengerjakannya sesuai urutan tersebut, ya. Yang ada, kamu bisa menghabiskan waktu hingga 30 menit untuk “merencanakan” menulis abstrak dan pendahuluan dari makalah yang baru kamu ketahui datanya saja. Logikanya, sih, cuma satu: bagaimana bisa kamu menulis judul, rangkuman (abstrak), dan pendahuluan dari makalah yang belum jadi? Apa yang bisa dirangkum dan dikenalkan dari makalah kamu? So, langkah ketiga dalam tips membuat makalah adalah dengan memulai dari Isi atau Diskusi. Jika sebelumnya kamu telah mengumpulkan data, pasti membuat Isi akan jadi sangat mudah.

4. Buat Rangkuman * sumber: www.thebalance.com Conclusion atau Rangkuman merupakan bagian terakhir dari makalah. Tapi, bukan berarti kamu mengerjakannya paling akhir, loh. Setelah menyelesaikan Isi atau Discussion, rasanya pasti sangat mudah untuk menyimpulkan apa saja yang baru kamu tulis. Bagian Rangkuman sangat penting, karena Rangkuman merupakan “pengingat” untuk pembaca, apa yang baru saja mereka baca dari makalah kamu. Rangkuman juga berfungsi untuk menguatkan argumen kamu dari kolom Isi atau Discussion.

5. Buat Pendahuluan * Langkah ke-5 dalam tips membuat makalah adalah membuat Pendahuluan atau Introduction. Setelah menyelesaikan bagian Isi dan Rangkuman, kamu pasti bisa membuat Pendahuluan dengan mudah dan cepat. Kenapa? Karena Pendahuluan merupakan “rangkuman” makalah kamu. Tapi, jika kamu diminta untuk menulis Abstrak, maka penulisan Pendahuluan-nya jadi berubah lagi. Untuk memudahkan kamu, berikut adalah penjelasannya: Abstrak merupakan “rangkuman” dari keseluruhan makalah, mulai dari Judul, Topik, Metode Penelitian, Teori yang Digunakan, Isi, Konklusi, Penutup, hingga Kata Kunci. Sedangkan Pendahuluan merupakan “rangkuman” dari bab Isi makalah kamu saja. Tapi, jika guru atau dosen kamu tidak menyuruh untuk membuat Abstrak, maka Pendahuluan kamu jadi berbeda, bukan hanya “rangkuman” dari bab Isi saja. Tapi, Pendahuluan kamu harus berisi Judul, Topik, Metode, Teori, dan Kata Kunci. Atau, kamu bisa juga mem-parafrase bagian Konklusi untuk dijadikan Pendahuluan. Tapi, jangan tuliskan hasil akhirnya. Anggap saja kamu sedang membuat trailer film. Kamu pasti paham apa gunanya trailer, kan? Trailer film berisi garis besar cerita, tapi akhir ceritanya tidak dimunculkan. Hal ini ditujukan untuk membuat orang penasaran ingin mengetahui akhir dari cerita.

Apakah penjelasan author dapat dipahami? Sebenarnya dengan lima tips di atas, kamu sudah bisa mendapatkan makalah yang bagus.

Follow Us On :
Ranking
1
Lencana
Kongkow