999 +
0
352
0
7 Tips Sederhana Bertahan di Akhir Bulan Secara Elegan. Buat Kamu Anak Kos yang Uang Jajannya Pas-pasan
3 months 'ago'

Familiar dengan penggalan kalimat ini? Atau jangan-jangan kamu sering mengucapkannya? Duh, jangan sampai deh pembaca  mengalaminya karena ngenes banget kan, tiap bulan harus berkutat dengan keuangan mepet (bahkan habis) di akhir bulan. Sedihnya lagi, alasan yang kerap digunakan adalah ‘namanya juga anak kos’. Padahal, kalau kamu bijak dalam mengelola keuangan, cerita-cerita pedih seputar makan remah mie instan di akhir bulan bakal jadi sekadar jokes doang.

Mungkin nggak sih anak kos tetap bisa bertahan dan hidup dengan nyaman di akhir bulan? Faktanya, bisa banget! Kalau kamu pintar dan bisa berhemat serta nggak suka nyuil-nyuilin uang yang harusnya buat bayar kos demi main sama teman, harusnya sih keuangan kamu baik-baik saja dari awal sampai akhir bulan. Biar nggak lagi mengalami kisah sedih di akhir bulan, yuk baca dulu artikel kali ini!

1. Nggak ada yang instan. Kalau mau sukses bertahan di akhir bulan, strategi harusnya sudah kamu mulai kamu rancang sejak awal bulan

Sudah nggak zaman hidup termehek-mehek di akhir bulan dengan mendewakan ‘namanya juga anak kos’ sebagai alasan. Zaman sekarang, jatah bulanan yang kamu dapatkan biasanya sudah diperhitungkan orangtua. Memang sih, bisa jadi nggak berlimpah ruah, tapi harusnya sih cukup buat ongkos hidup sederhana sehari-hari ASAL kamu tahu diri dan bisa menyusun strategi yang baik. Berikut langkah-langkah sederhana yang bisa kamu lakukan:

  • Di awal bulan, buat pos-pos setiap pengeluaran rutin kamu. Misalnya nih, pos makan, pos transportasi dan pos kebutuhan kuliah. Kemudian, baru deh buat pos buat rekreasi, dana darurat dan lainnya. Buatlah pos realistis, yang pasti prioritaskan untuk hidup sehari-hari dan ongkos operasional kuliah.
  • Buat strategi yang rasional. Nggak usah muluk-muluk, kalau bulan ini nggak mampu beli baju baru atau sering-sering hang out di kafe. Nggak usah takut dikatain susah hanya karena nolak ajakan temen, deh. Mending berhemat santai daripada hura-hura di awal bulan tapi malah nggak bisa jajan dan akhirnya pinjam uang ke teman demi bisa makan. Ugh, itu sih nyusahin!
  • Jika memungkinkan, coba deh rajin-rajin berburu promo dan diskonan. Jangan ngaku hemat deh kalau masih malas usaha dikit buat dapat potongan harga, voucher atau harga miring~

2. Jangan cuma menyetok makanan instan yang kebanyakan mengandung pengawet dan penyedap buatan. Ada banyak kok alternatif makanan murah meriah tapi lebih sehat!

Dengan asumsi beras rata-rata per kilo 10.000, kamu bisa lho membeli beras dengan bujet 20.000-an, plus tahu tempe dengan harga per buah rata-rata 6.000 dan telur setengah kilo sekitar 10.000 buat makan sehat di akhir bulan. Sayuran seperti wortel dan sawi bisa kamu beli dengan harga 10.000 saja. Kalau ditotal, uang yang kamu keluarkan nggak sampai 100.000 untuk satu minggu lho! Kalau nggak punya kulkas, kamu bisa beli tahu tempe dan sayuran di warteg, nasinya tiap hari masak di kos atau kontrakan. Hayo, kalau masih ngeles juga sih itu kamunya saja yang ogah usaha~

3. Saatnya mengajak teman kos atau teman senasib sepenanggungan patungan buat masak di kos. Eh, jangan keburu pesimis dulu! Masak bareng jauh lebih hemat dan mengenyangkan lho!

Yuk ajak teman-teman buat masak bareng, bisa patungan masak nasi, tahu tempe atau ayam dan sayuran. Kalau ditanggung bareng-bareng, nggak akan berasa mahal kok dan pastinya masih bisa makan kenyang. Ingat, kamu nggak harus kelaparan dan makan mie mentah kok di akhir bulan, asal tahu triknya agar tetap bisa chin up dengan elegan~

4. Agar nggak melulu seret di akhir, coba deh mulai bulan depan catat semua pengeluaran. Dari yang besar sampai yang recehan. Penting untuk tahu, sebaik apa kamu menangani keuangan

Nggak ada rahasia lain mengontrol keuangan. Ada banyak lho aplikasi keuangan yang bisa kamu unduh kalau malas mencatat secara manual. Dengan mencatat pengeluaran, kamu jadi tahu bocor halus keuangan kamu paling banyak di mana~

5. Kurangi jajan di luar. Kalau terasa susah, coba deh mulai latihan dengan menjatahkan dirimu jajan per minggu. Kalau nggak begini, ya bakal bocor terus dong

Stop sering-sering mengajak (atau mau diajak) hang out di luar. Boros soalnya

Jajan di luar mulu ya jelas lah bakal bangkrut di akhir bulan. Memang mengubah kebiasaan nggak akan semudah membalikan telapak tangan. Coba deh mulai dengan menjatahi diri sendiri per minggu, maksimal boleh jajan (selain makan wajib yang terpaksa kamu lakukan di luar) berapa, sesuai dengan kemampuan keuanganmu. Semakin bijak dan dewasa kamu mengontrol diri, makin elegan pula cara bertahan kamu di akhir bulan~

6. Kalau trik di atas masih terasa sulit bagimu, saatnya mencoba mencari penghasilan tambahan. Bisa jadi, memang ongkos hidupmu di atas jatah yang mampu diberikan orangtua

Gali potensi kamu untuk mendapatkan pemasukan tambahan. Apa saja bisa dicoba, asal positif dan halal. Misalnya nih dengan mulai berjualan online produk favorit kamu, menawarkan jasa tutor pelajaran ke anak sekolahan atau mengkreasikan benda-benda DIY seperti tas, pop up photo dan sejenisnya sampai berburu beasiswa. Creativity is the key!

7. Menabung kecil-kecilan akan menyelamatkan kamu di akhir bulan. Tenang, banyak kok teknik menabung yang ringan dan bisa kamu terapkan!

Coba menabung dengan trik mudah seperti memasukkan setiap uang 2.000 atau 20.000 yang kamu dapatkan ke celengan khusus. Sedikit-sedikit, tapi pasti akan terkumpul lumayan dan bisa menyokong kebutuhan dadakan di akhir bulan.

Nggak mustahil kok bisa bertahan hidup dengan elegan di akhir bulan. Kalau segala cara berhemat sudah kamu terapkan tapi keuangan masih terasa mepet saja, bisa jadi keuangan kamu memang besar pasak daripada tiang (atau kamu boros terus-terusan). Nah, daripada mengeluh dan minta tambahan ke orangtua, bakal lebih bijak lagi kalau kamu putar otak menjajal usaha lain dengan kemampuan yang kamu miliki. Nggak usah gengsi, sahabat yang sejati pasti akan mendukung dan menyemangati kamu. Semoga tulisan ini bisa jadi inspirasi buat kamu ya, Guys!

Follow Us On :
Lencana
Kongkow