Home » Kongkow » Inovasi » Universitas Negeri Yogyakarta Kembangkan Gel Penurun Demam dari Daun Kupu-Kupu

Universitas Negeri Yogyakarta Kembangkan Gel Penurun Demam dari Daun Kupu-Kupu

- Jumat, 08 Juni 2018 | 11:15 WIB
Universitas Negeri Yogyakarta Kembangkan Gel Penurun Demam dari Daun Kupu-Kupu

Tim mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggagas, meneliti, membuat, dan mengembangkan obat penurun panas demam pada anak dari daun kupu-kupu (Bauhinia variegata). Obat tersebut dibuat dalam bentuk gel. Koordinator tim mahasiswa UNY Shilvi Woro Satiti di Yogyakarta mengatakan; daun kupu-kupu mengandung flavonoid, tanin, saponin, terpenoid, alkanoid, dan polifenol yang sangat bermanfaat bagi kesehatan seperti obat demam, antibakteri, pelancar buang air besar, dan obat batuk.

Menurut Shilvi Woro Satiti, ekstrak daun kupu-kupu mengandung zat antibakteri sehingga aman jika digunakan sebagai obat luar. Oleh karena itu, ekstrak daun kupu-kupu dapat dimanfaatkan sebagai obat penurun panas demam pada anak. Obat penurun panas yang kami buat berbentuk plester gel yang praktis digunakan. Plester ini lebih alami, aman, nyaman, dan tidak menimbulkan iritasi pada kulit anak yang masih sensitif.

Ia mengatakan keunggulan produk gel kompres herbal itu adalah produk menggunakan bahan alami hasil pengujian serta aman bagi kulit, mengandung antibakteri, nyaman, praktis, dan harga terjangkau. Pembuatan plester gel penurun panas demam itu diawali dari ekstraksi daun kupu-kupu," kata mahasiswa Program Studi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) UNY itu.

Cara membuatnya adalah daun kupu-kupu direndam etanol kemudian ditutup aluminium foil selama tiga hari, kemudian disaring dan menghasilkan fitrat 1 dan ampas 1. Ampas 1 kemudian diberi etanol dan ditutup aluminium foil selama dua hari. Kemudian disaring dan menghasilkan fitrat 2 dan ampas 2. Selanjutnya, filtrat 1 dan 2 dicampur, diuapkan dengan waterbath dan terbentuk ekstrak kental.

Ia mengatakan alur proses pembuatan gel adalah 1 persen ekstrak daun kupu-kupu dilarutkan pada air panas bersuhu 500 Celcius, ditambah Na-CMC, gliserin, propilengrikol, dan air kemudian diaduk secara kontinyu. Hasilnya akan berbentuk gel, simpan dalam suhu ruang selama sehari. Langkah terakhir adalah pembuatan kompres gel daun kupu-kupu. Gel ditimbang berukuran 3 gram kemudian dilekatkan pada plester dan diberi penutup plastik. Gel kompres herbal daun kupu-kupu yang kami beri nama Kombava itu siap digunakan dan di-packing dalam kardus. Kombava merupakan akronim dari Kompres Bauhinia Variegata.

Karya tim mahasiswa UNY itu berhasil meraih dana Dikti dalam Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan tahun 2018. Anggota tim mahasiswa UNY itu antara lain Anissa Fitria, Fahayu Priristia, dan Anindya Muliawati.

Cari Artikel Lainnya