0
1
0
Lapangan Basket yang Merana
3 years 'ago'

     Lapangan basket di SMPN 10 Kota Probolinggo mengalami kerusakan, kerusakan sudah terlihat sejak delapan tahun yang lalu. Kerusakan yang paling parah terjadi di tengah lapangan dan di dekat ring, sehingga siswa kesulitan saat mendrible bola karena bola tidak memantul dengan sempurna. Selain itu kondisi fasilitas ring yang kurang layak, serta papan ring yang tidak sesuai dengan standar juga menjadi kendala utama dalam permainan bola basket. Pemain kesulitan dalam melakukan pivot dengan baik karena ring dalam kondisi yang tidak stabil.

      Pada saat musim hujan tiba, lapangan basket di sekolah kami selalu tergenang air, hal ini karena banyak pengecoran lapangan yang sudah rusak dan berlubang sehingga tidak dapat digunakan untuk kegiatan berolahraga. Selain itu dengan kondisi lapangan yang berpasir dan licin, mengakibatkan sebagian siswa mengalami insiden terkilir dan terluka. Hal inilah yang seharusnya menjadi perhatian utama sekolah.

     Bagaikan burung dalam sangkar, mungkin ini adalah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan kondisi lapangan basket SMPN 10 Probolinggo. Sangat memprihatinkan, keinginan peserta didik untuk melakukan kegiatan olahraga basket menjadi terganggu. Bahkan guru olahraga maupun guru pembimbing ekstrakurikuler basket mengutarakan   “ Kegiatan pembelajaran serta kegiatan ekstrakurikuler bola basket kurang maksimal. Banyak siswa yang mengeluh dengan kondisi lapangan yang rusak.” Ungkap guru olahraga yang berwibawa itu, berharap agar perbaikan segera dilakukan oleh pihak sekolah.

     Hal yang sama juga dirasakan oleh penjaga kebun SMPN 10. Walaupun hanya berprofesi sebagai penjaga kebun, namun wujud keprihatinannya terhadap kondisi lapangan basket yang rusak sangat besar. Penjaga kebun tersebut mengungkapkan " Sejak saya dimutasi tahun 2009 dari SMPN 4 ke SMPN 10 Kota Probolinggo saya sangat prihatin dengan kondisi lapangan basket, saya lihat lapangan basket belum ada perbaikan sampai sekarang dan saya berharap pihak sekolah dapat menindaklanjuti masalah ini.” Harapan seorang penjaga kebun sekolah adalah wujud mimpi besar akan adanya perubahan terhadap kelayakan infrastruktur sekolah.              

Siswa maupun wali murid juga sangat mengiginkan agar pihak sekolah segera melakukan perbaikan lapangan basket. Bahkan tak sedikit dari mereka yang berinisiatif untuk memberikan sumbangan kepada pihak sekolah, tetapi pihak sekolah menolak karena dikhawatirkan terjadi pungli (pungutan liar).

        Menurut pihak sekolah, sekolah terus berupaya dalam memperbaiki dan melakukan pemugaran pada lapangan basket ini. Namun realisasinya belum bisa ditentukan waktunya. Hal ini dikarenakan masih terdapat program sekolah yang perlu didahulukan.

      Dengan demikian masalah perbaikan lapangan basket masih di atas ambang dan belum bisa teratasi dengan baik. Sehingga siswa harus bersabar dan menunggu waktu yang tepat untuk pihak sekolah melaksanakan perehapan atau perbaikan lapangan basket.(Ynt)

(Telah dipublikasikan pada kegiatan Pelatihan Jurnalis Cilik 6 Juni 2017,bertempat di Gedung Paseban Sena Kota Probolinggo)

Follow Us On :
Lencana
Kongkow